SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada ratusan warga terdampak penutupan operasional panglong arang di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan dipusatkan di Kantor Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Rabu (13/5/2026).
Bantuan tersebut diberikan kepada 93 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 363 jiwa yang terdampak langsung akibat berhentinya aktivitas panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti Ifwandi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Marwan, Plt Kepala Satpol PP Ferry, jajaran Disperindag, Kominfo Meranti, Kepala Desa Sesap Jumri SPdI, serta masyarakat penerima bantuan.
Dalam keterangannya, Ifwandi yang mewakili Bupati Kepulauan Meranti mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat penutupan panglong arang.
“Pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Ini bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk membantu warga yang saat ini kehilangan mata pencaharian,” ujar Ifwandi.
Ia menjelaskan, sejak penutupan operasional panglong arang, ribuan warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas mencari bakau sebagai bahan baku arang kehilangan pekerjaan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian keluarga masyarakat pesisir.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok seperti satu papan telur, dua kilogram gula pasir, seperempat kilogram kopi, serta sejumlah bantuan pangan lainnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan anak-anak dari keluarga terdampak tetap mendapatkan bantuan makanan bergizi meski tidak sedang bersekolah.
Ifwandi menegaskan, Pemkab Kepulauan Meranti bersama DPRD terus berupaya mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar masyarakat terdampak dapat kembali memiliki sumber penghasilan.
“Kami bersama DPRD terus berupaya mencari solusi konkret agar masyarakat terdampak bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Mohon doa dan dukungan semua pihak,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Meranti juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bekerja sama dengan Bulog kepada 178 KK. Bantuan tersebut berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk masing-masing penerima.
Menurut Ifwandi, penyaluran bantuan BPNT dapat dilakukan lebih cepat berkat koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan Bulog. Pemkab Meranti juga akan berupaya agar program bantuan tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun.
“Kami akan terus memperjuangkan agar bantuan BPNT ini tetap ada setiap tahun guna membantu masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Kepala Desa Sesap, Jumri SPdI, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti atas perhatian terhadap warga terdampak.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat Desa Sesap. Bantuan ini sangat berarti untuk membantu kebutuhan pangan warga,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Amir (48), salah seorang warga pencari bakau yang kini kehilangan pekerjaan akibat penutupan panglong arang.
“Terima kasih kepada Pemkab Meranti yang sudah membantu kami di tengah kondisi sulit seperti sekarang. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga,” ujar ayah 11 anak tersebut.(Bom)
#Pemprov Riau #riau #Meranti