Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno Di Dapuk menjadi salah satu Nara Sumber Diskusi Publik Bahas Peran Pemuda dalam Digitalisasi Desa

Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno Di Dapuk menjadi salah satu Nara Sumber Diskusi Publik Bahas Peran Pemuda dalam Digitalisasi Desa
Foto : Diskusi Publik sedang Berlangsung ,Muhammad Azhari, Eko Sutrisno, H.Yurnalis Basri

PEKANBARU, Harian Suluh.com – Diskusi publik bertema “Inovasi Lokal, Dampak Global: Peran Pemuda dalam Digitalisasi Desa” digelar di Evo Hotel Pekanbaru, Selasa (30/06), sempena peluncuran produk aplikasi dan program pelatihan dari PT Insta Pro Solution. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah, legislatif, akademisi, mahasiswa, dan kalangan pemuda terkait percepatan transformasi digital di desa.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Riau H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si, Direktur Utama PT Insta Pro Solution Setyo Irawan, S.IP, Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno, S.Sos, serta Presiden BEM Universitas Riau Muhammad Azhari. Diskusi dipandu moderator Chandra Alfindodes, M.Pd., C.PS., C.Ht.CI yang juga merupakan Juara I Bujang Dara Riau 2011.

Diskusi tersebut diikuti unsur mahasiswa dan pemuda dari berbagai organisasi di Riau. Para peserta tampak aktif menyampaikan pandangan terkait tantangan dan peluang digitalisasi desa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

 

Usai Diskusi salah satu nara sumber Eko Sutrisno Anggota DPRD Kampar saat di jumpai mengatakan' bahwa digitalisasi desa saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan agar desa mampu menjadi subjek pembangunan.

“Digitalisasi desa bukan lagi pilihan. Ini keharusan kalau kita mau desa tidak hanya jadi objek pembangunan, tapi jadi subjek yang melahirkan solusi,” ujarnya

Di Jelaskan , terdapat tiga poin penting dalam mendorong peran pemuda pada era digitalisasi desa, yakni inovasi lokal sebagai akar kekuatan, dampak global yang membuka peluang lebih luas, serta pemuda sebagai mesin penggerak transformasi.

Menurutnya, pemuda desa merupakan pihak yang paling memahami persoalan di lingkungannya sendiri. Ia mencontohkan sejumlah inovasi yang telah muncul dari desa, seperti petani muda di Riau yang memanfaatkan aplikasi telepon genggam untuk mencatat hasil panen dan memantau harga pasar secara langsung.

Selain itu, pelaku UMKM desa juga mulai memasarkan produk kerajinan melalui platform digital dan e-commerce, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Ini inovasi lokal. Murah, cepat, dan cocok dengan budaya desa. Pemerintah cukup memfasilitasi, jangan dipaksa seragam,” katanya.

Eko Sutrisno  menambahkan, ketika desa mulai terdigitalisasi, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat lokal, namun juga membuka peluang global. Produk-produk unggulan desa seperti kopi, porang, batik, hingga madu hutan Riau dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar internasional.

 

Ia juga menilai digitalisasi akan membantu desa memiliki data yang lebih valid dalam penyusunan program pembangunan, sehingga bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran dan angka kemiskinan maupun stunting dapat ditekan secara terukur.

 

“Jangan tunggu desa jadi kota. Biarkan desa tetap desa, tapi dengan kecerdasan kota. Pemuda adalah jembatan itu. Kalau pemuda desa bergerak, maka inovasi lokal akan benar-benar memberi dampak global,” tutupnya" ***

#Dewan Kampar #Eko Sutrisno