Lubang Menganga di Mana-Mana, Siapa Bertanggung Jawab atas Rusaknya Jalan Ini?

Lubang Menganga di Mana-Mana, Siapa Bertanggung Jawab atas Rusaknya Jalan Ini?

Kampar – Kondisi Jalan Lintas Gelombang hingga Petapahan kian memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah tersebut terisi lubang, kerusakan parah, serta titik-titik jalan berlumpur yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan warga, kerusakan tidak hanya terjadi di satu atau dua lokasi. Hampir seluruh ruas jalan mulai dari Kota Garo, KM 26, Alamanda, Kota Batak, Basecamp, Simpang PKS, Flamboyan, Petapahan Tengah hingga Petapahan Atas mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Di sejumlah titik, lubang besar menganga di badan jalan. Sementara di lokasi lain, permukaan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati untuk menghindari kecelakaan.

Ironisnya, jalan yang setiap hari dilalui masyarakat, pekerja perkebunan, pelaku usaha hingga kendaraan angkutan barang itu seolah belum mendapatkan penanganan yang serius. Akibatnya, risiko kecelakaan terus mengintai pengguna jalan.

Salah seorang warga yang juga pengguna jalan, Bidnen Nainggolan, mengaku sangat kecewa dengan kondisi tersebut.

"Kerusakan jalan ini sudah lama terjadi dan semakin parah. Hampir sepanjang jalur dari Gelombang sampai Petapahan banyak titik rusak. Kami berharap pemerintah jangan hanya datang melihat, tapi segera bertindak. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat dan ekonomi daerah," ujar Bidnen Nainggolan.

Menurutnya, selain mengganggu mobilitas warga, kerusakan jalan juga berdampak terhadap biaya transportasi dan distribusi barang yang semakin tinggi. Bahkan tidak sedikit kendaraan yang mengalami kerusakan akibat harus melewati jalan berlubang dan berlumpur setiap hari.

Masyarakat menilai kondisi ini tidak lagi dianggap sebagai persoalan biasa. Sebab, selain menghambat pertumbuhan ekonomi, kerusakan jalan juga berpotensi memakan jiwa korban jika tidak segera diperbaiki.

Publik kini menguraikan sejauh mana komitmen pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam menangani permasalahan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan masyarakat tersebut. Pasalnya, hingga saat ini warga masih harus berjibaku dengan jalan rusak yang menjadi akses utama penghubung berbagai kawasan di Kecamatan Tapung dan sekitarnya.

Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya kendaraan yang menjadi korban, namun juga aktivitas ekonomi masyarakat yang perlahan ikut terhambat.

 

***Fi

#Jalan Amblas #jalan rusak